Khutbah Jumat : Menghindari Kufur Nikmat
إِنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ
مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ
فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللّهُمَّ
صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
اللّهُمَّ
عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً،
وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً
وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Hadirin sidang shalat Jumat yang selalu dirahmati Allah SWt
Pertama –
tama marilah sama – sama kita panjatkan puji dan syukur kita kehadirat Allah
Swt, yang selalu memberikan kita nikmat berupa iman, islam, dan ihsan. Shalawat
beserta salam tak pernah luput kita curahkan kebaginda nabi besar Muhammad SAW.
Semoga kita dapat menerima syafaatnya di hari akhir nanti kelak.
Jama’ah sidang shalat Jumat yang dirahmati
Allah SWT
Allah SWt berfirman
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala
Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (Ibrahim : 7)
Dari ayat di atas, Allah SWT
menegur manusia bahwa setiap yang diberikan nyawa pasti Allah telah tetapkan
rizkinya, wa qoddarohu taqdiiro”. Allah telah tetapkan atasnya rizki dan
kepastian serta nikmat yang manusia tidak pernah menyadarinya.
Maka atas sifat lalai yang
dimiliki oleh manusia tersebutlah, Allah SWT memberikan tambahan kenikmatan
kepada manusia. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi manusia yang selalu lalai
atau mendustakan nikmat dari Allah SWT.
Bahkan di dalam surah Ar Rahman,
dengan jelas dan penuh penekanan Allah berulang kali tekankan pada manusia
untuk bertanya nikmat mana lagi yang kalian dustakan.” Fabi ayyi ala irobbiku
maa tukadziban?” . Hal tersebut oleh karena sifat manusia yang selalu lalai dan
acuh terhadap nikmat dari Tuhannya.
Hadirin yang dirahmati Allah
SWT
Beda halnya, dengan pemberian
manusia, maka apabila kita diberikan hadiah oleh kerabat, saudara, teman, maka
rasa bahagia tersebut akan mucul dalam perasaan kita. Padahal hakikatnya hadiah
tersebut hanyalah sementara dan tidak kekal.
وَمَا
بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl : 53). (Lihat Adhwaul Bayan, 3: 231)
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl : 53). (Lihat Adhwaul Bayan, 3: 231)
نِعْمَتَانِ
مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang HR Bukhari dan Ibn Abbas
Maka sebenarnya nikmat dan pemberian tersebut bukan berasal
dari manusia, melainkan dari pemilik alam semesta ini. Maka wajiblah kita
bersyukur atas segala pemberiannya.
Demikian
khutbah pertama ini.
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ
إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ
KHUTBAH 2
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Amma ba’du
Hadirin yang
insya allah selalu dirahmati allah SWT.
Nikmat yang hakiki pada hakikatnya ialah nikmat Iman
dan Islam kita, mari bersama – sama kita renungkan, betapa banyak di luar sana,
mereka paginya mukmin dan malamnya kafir, dan sebaliknya, malamnya beriman
paginya kafir. Naudzubillahi min dzalik.
Maka do’a
yang paling banyak dibaca oleh Nabi SAW adalah
ا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ
ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَ عَلَى طَاعَتِكَ
Wahai dzat yang maha membolak balikkan hati, tetapkanlah hati
kami pada agamamu.
Maka kita berlindung kepada Allah SWT dari rasa dan sifat
kufur atas segala nikmatnya.
Jangan lupa
untuk memperbanyak shalawat di hari Jumat ini. Siapa yang bershalawat kepada
Nabi sekali maka Allah akan membalas shalawatnya sebanyak sepuluh kali.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ
صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً
“Barangsiapa
yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari
kiamat nanti.” (HR. Al-Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan
ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Marilah
kita memanjatkan doa pada Allah, moga setiap doa kita diperkenankan di hari
Jum’at yang penuh berkah ini.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ
قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ،
وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا
ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا،
وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ
التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا
عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ
أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ
إِمَامًا
اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ
عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ
لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Ditulis
oleh : Olief Zaki Janitra
Khutbah
Jumat, Masjid Jami Pondok Muara Istiqomah Bogor.
Jumat.
3 Maret 2017
Komentar
Posting Komentar