Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Dzikir pagi Ahad, 4 September 2016

*Dzikir pagi* Ahad, 2 Dzulhijjah/4 September 2016 *_istidraj_* Pernah kita melihat bahwa si A tidak pernah melakukan ibadah, solatnya tidak teratur, jarang ke masjid, namun kok rezekinya lancar? Kenapa hidupnya selalu nikmat? Ada pula yang selalu beribadah, taat kepada Allah SWT, rajin bersedekah, namun Alah selalu memberikannya ujian, rezekinya seakan tidak pernah lancar. *Maka itulah istidraj* Yaitu Allah menghina kaumnya yang lalai kepadaNya dengan berbagai kenikmatan, sehingga ia semakin lupa dengan rabbnya. Beruntunglah kita yg selalu diuji, karena Allah sudah menghitung dan menghapus dosa kita secara perlahan. Maka tak perlu iri, karena semua manusia sudah memiliki rezekinya masing - masing. Hanya keistiqomahan dalam beribadah yang membuat spesial. Semoga Allah selalu melindungi kita dari Istidraj.. Aammiinn..🙏� Salam, Al Faqir Olief Zaki Janitra

BELAJAR DARI GENOSIDA MUSLIM BOSNIA (Refleksi terhadap Toleransi Beragama)

Pada abad ke-13, Bosnia adalah negara dengan mayoritas Muslim. Mereka hidup damai dengan kaum minoritas. Pada masa itu, setidaknya ada 45 persen dari 4,7 juta warga Bosnia memeluk agama Islam. Sisanya adalah Kristen Ortodoks, Katolik, Protestan, dan lainnya. Arus modernisasi membuat penduduk Bosnia mengikuti gaya Eropa pada umumnya. Identitas agama tidak lagi terlihat mencolok. Semua hidup berdampingan dengan damai dalam bingkai kerukunan antarumat beragama. Kehidupan Muslim dengan nilai-nilai Islamnya lambat laun pudar di negeri Balkan. Diskotek dan bar muncul di setiap sudut kota. Tak ada lagi jarak antara Muslim dan non-Muslim. Mulai dari cara berpakaian, bergaul, hingga merayakan hari-hari besar keagamaan. Semuanya membaur atas nama besar toleransi. Dalam diary yang ditulis Zlatan Filipovic--seorang gadis Muslim yang terlahir dalam keluarga terhormat di Sarajevo yang menjadi ibu kota Bosnia--diceritakan bagaimana sekulernya warga Muslim sebelum 1992. Pada masa itu, tak ada lagi...

Trip to Tanjung Lesung

Gambar
Hari ini saya beserta pujaan hati,ingin sekali refreshing,oleh karena itu kita mulai untuk membuat list kemana saja kita akan pergi.Setelah kita buat list,ternyata teman kita dari IKPM menyarankan untuk jalan ke daerah Banten,sekaligus supaya membantu menyetir dari Banten menuju Bogor. Dan kita pun berangkat dari Bogor jam 10 pagi,perjalanan menuju Tanjung lesung Banten ditempuh dengan berbagai kendaraan umum.Dari Bogor kita naik bus Arimbi Jurusan Bogor - Merak.Nanti kita turun di Terminal Pakupatan Serang,biaya yg dirogoh untuk naik bis arimbi ialah 45000.Lalu dari Serang,kita bisa naik bus Murni atau Damri atau PS (angkutan elf). Namun saya sarankan disini untuk menggunakan PS agar tidak transit lagi di terminal Labuan. Biaya untuk naik PS dari Serang ialah 40 ribu,untuk kemudian turun di Citerep.Dari Citerep kita bisa menggunakan ojek sampai lokasi tujuan. Dari Labuan sampai Tanjung Lesung banyak pantai yg bisa dikunjungi,kita pun bermalam di penginapan Pantai Kerang,disana biaya...