Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Naskah Khutbah Idul Fitri 2021

Gambar
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ألله أكبر كبيراً والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرةً وأصيلا لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد  الحمدُ للهِ ربِّ العالمين، الحمدُ لله الذي بِنِعْمِتِهِ تَتِمُّ الصالحاتِ، وبعَفوِه تُغفَرُ الذُّنُوْبَ والسيِّئاتِ، وبكرَمِهِ تُقبَلُ العَطايا والقُربَات، وبلُطفِه تُسْتَرُ العُيُوبَ والزَّلاَّتِ، الحمدُ لله الذي أموتَ وأحيا، ومَنَعَ وأعطَى، وأرشَدَ وهَدَى، وأضْحَكَ وأبْكَى؛ الحمدُ لله الذي جعَل الأَعْياَدَ في الإسلام مَصدرًا للهِّناءِ والسُّرُوْرِ، الحمد لله الذي تَفَضَّلَ في هذه الأيَّام السَعيدة على كلِّ عبدٍ شَكُور، سبحانه غافِرِ الذَنْبِ وقابِل التَّوبِ شَدِيْدِ العِقاب. أشهد أن لاإله الا الله وحده لا شريك له و أشهد أنّ سيّدنا محمدا عبده ورسوله خاتمَ النّبيّين رَحْمَةً للـمؤمنين وحُجَّة للجاهدين. اللهمّ صليّ على سيّدنا محمد صلى الله عليه فى الأوّلين والآخرين وعلى آله والطّيّبين الطّاهرين وسلّم تسليمًا كثيرا. أمّا بعد، ايّها النّاس أوصيكم ونفسي بتقوى الله وكونوا م...

Wakaf dari Yayasan Nurul Muwafik Cijati

Gambar
Penyerahan Wakaf Tanah dan Bangunan untuk Al Mujtama' Al Islami Cijati Cianjur, Pada hari Jumat lalu (30/4) Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al Mujtama' Al Islami Cianjur, melakukan safari Ramadhan ke beberapa sekolah di daerah Cianjur Selatan. Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Olief Zaki Janitra mendakwahkan pentingnya beriman yang baik, khususnya dalam momentum bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan bukan hanya umat Islam tapi juga seluruh manusia. Di akhir kegiatan tersebut, salah satu tokoh masyarakat di Desa Cibodas, Kecamatan Cijati. Yaitu Ustadz Asep Muhlis Sulaeman S.Pd yang diketahui pula sebagai Pimpinan Majelis Nurul Muwafik menemui Pengasuh Pesantren Modern Al Mujtama' Al Islami Cianjur. Diantara hal yang disampaikannya adalah keinginannya untuk mewakafkan lembaganya untuk umat Islam dengan sistem modern berbasis Kulliyyatul Mu'allimin Al Islamiyyah (KMI) yaitu program Mu'adalah Mu'allimin Kementrian Agama yang diakui. Hal ...

Launching Gerakan Cinta Menanam

Gambar
Pohon merupakan sumber kehidupan yang utama bagi manusia. Kelangsungan ekosistem manusia dapat terjadi dengan optimal berkat adanya proses fotosintesis yang terjadi pada tanaman. Memasuki era digital ini, banyak yang sudah meninggalkan dan menganggap remeh tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Buktinya illegal logging  dan deforestasi kian marak terjadi di bumi ini. Pesantren sebagai salah satu stakeholder yang memiliki peran fungsi penting dalam pendidikan baik Sumber Daya Manusia maupun Sumber Daya Alam, harus terlibat dalam penjagaan kelestarian alam. Pondok Pesantren Al Mujtama' Al Islami Li Tahfiidhil Qur'an Cianjur, melakukan salah satu ikhtiyar dengan terobosan yaitu penanaman 1000 bibit pohon. Tanaman tersebut nantinya akan ditanam diatas lahan wakaf kurang lebih 1,5 hektar dan juga diserahkan ke masyarakat.  Acara ini dihadiri perwakilan perangkat desa bahkan Anggota Legislatif Fraksi PKS Dapil Jawa Barat 3 Bapak H. Ecky Awal Mucharam vi...

Teroisme bukan ajaran pesantren

Gambar
Terorisme adalah serangan - serangan terkoordinasi yang bertujuan untuk membuat teror terhadap sekelompok masyarakat. Terorisme tidak mengacu dan mengikuti petunjuk dari prosedur peperangan (declare of war). Mereka bertujuan menciptakan rasa takut sesaat di masyarakat. .  Bagaimana ideologi semacam ini dapat muncul? Bisa jadi hal tersebut sudah tertanam dalam pemikiran mereka sejak usia dini. Dimulai dengan hal - hal kecil seperti mudah menindas orang lain, menganggap dirinya lebih baik dari siapapun, dan mudah berfikir singkat. . Akhir - akhir ini di negara kita Indonesia sering terjadi berbagai macam kasus terorisme. Kita semua sepakat bahwa tidak ada satu agama di muka bumi yang mengajarkan kejahatan kepada penganutnya. Pondok pesantren secara umum, menjadi benteng NKRI yang mendidik setiap anak didiknya dengan empat pilar NKRI yang setiap hari bahkan diaplikasikan. Mereka diajarkan bagaimana berkomunikasi dengan teman yang berbeda suku, budaya, dan bahasa. Mengedepa...