Teroisme bukan ajaran pesantren

Terorisme adalah serangan - serangan terkoordinasi yang bertujuan untuk membuat teror terhadap sekelompok masyarakat. Terorisme tidak mengacu dan mengikuti petunjuk dari prosedur peperangan (declare of war). Mereka bertujuan menciptakan rasa takut sesaat di masyarakat.
Bagaimana ideologi semacam ini dapat muncul? Bisa jadi hal tersebut sudah tertanam dalam pemikiran mereka sejak usia dini. Dimulai dengan hal - hal kecil seperti mudah menindas orang lain, menganggap dirinya lebih baik dari siapapun, dan mudah berfikir singkat.
.
Akhir - akhir ini di negara kita Indonesia sering terjadi berbagai macam kasus terorisme. Kita semua sepakat bahwa tidak ada satu agama di muka bumi yang mengajarkan kejahatan kepada penganutnya. Pondok pesantren secara umum, menjadi benteng NKRI yang mendidik setiap anak didiknya dengan empat pilar NKRI yang setiap hari bahkan diaplikasikan. Mereka diajarkan bagaimana berkomunikasi dengan teman yang berbeda suku, budaya, dan bahasa. Mengedepankan nilai - nilai luhur bangsa Indonesia yaitu gotong royong, kemanusiaan, dan persatuan. Maka bisa dipastikan mereka yang terlibat aksi terorisme itu bukan lulusan pendidikan pesantren.
Mari kita melihat bagaimana kondisi Timur Tengah setelah terjadinya perang saudara yang tidak berkesudahan. Arab Spring yang dahulu merupakan kumpulan negara kaya kini hancur  dan tidak tahu sampai kapan akan terus terjadi. 
.
Maka kita harus lebih jeli dan peka terhadap pendidikan anak - anak kita. Mari kita didik mereka dengan kasih sayang, rasa peduli terhadap sesama, perasaan saling menghargai meskipun berbeda pendapat. 
.
Semoga Allah SWT menjaga negara kita Indonesia dari bencana, fitnah, bala', dan wabah. Dukung terus institusi resmi pemerintah Indonesia untuk mengusut tuntas dalang dibalik terorisme di Indonesia.

Foto : Bersama Dr. H. Wawan H Purwanto (Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Quantum Ikhlas

Produksi Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi)